Yogyakarta, 15 Juli 2025 — Perkumpulan Program Studi Kewirausahaan Indonesia (APSKI) secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-2 dan The 3rd International Conference on Entrepreneurship Education di Universitas Amikom Yogyakarta. Acara ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Juli 2025, dengan mengusung tema “The Growth & Impact of Entrepreneurship Education.” Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi pendidikan tinggi dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi global.
Pembukaan Rakernas dijadwalkan akan dimulai 16 Juli 2025 dengan rangkaian acara pembuka yang mencakup pertunjukan seni budaya, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sambutan dari para pemangku kepentingan. Menjelang pelaksanaan, Ketua Umum APSKI, Sonny Rustiadi, SE., MBA., Ph.D., CBAP., menyampaikan bahwa Rakernas ini bukan sekadar forum organisasi tahunan, melainkan bagian dari gerakan kolektif untuk menyusun arah baru pendidikan kewirausahaan yang kontekstual dan berdampak.
“APSKI hadir untuk membangun jejaring antarprogram studi kewirausahaan di Indonesia. Namun lebih dari itu, kami ingin memastikan bahwa pendidikan kewirausahaan menjadi kekuatan utama dalam membangun bangsa, bukan hanya mencetak lulusan berwirausaha, tetapi juga menghasilkan pengetahuan, inovasi, dan dampak nyata di masyarakat,” ujar Sonny Rustiadi dalam pernyataan resmi yang dirilis sehari menjelang pembukaan Rakernas.
Lebih dari 120 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia hadir dalam kegiatan ini. Selama tiga hari ke depan, mereka akan mengikuti berbagai sesi penting yang mencakup forum kerja organisasi, sesi pleno, presentasi akademik, hingga workshop kurikulum. Salah satu agenda strategis dalam Rakernas ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara 35 perguruan tinggi di Indonesia dengan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), sebagai langkah awal menuju kerja sama internasional yang lebih kuat dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan.
Acara ini juga secara resmi mengundang sejumlah tokoh nasional untuk memberikan sambutan dan pandangan strategis. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, Dr. (H.C.) H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D. serta Menteri UMKM H. Maman Abdurrahman, ST. Kehadiran para menteri tersebut dijadwalkan melalui video tapping yang akan ditayangkan dalam sesi pleno. Selain itu juga Para tokoh tersebut diundang untuk menyampaikan pandangan tentang arah dan kebijakan strategis kewirausahaan di Indonesia.
Konferensi internasional yang menjadi bagian dari rangkaian Rakernas ini juga menghadirkan pembicara dari institusi global, seperti Babson College (Amerika Serikat), Deakin University (Australia), UTEM (Malaysia), Tsinghua Southeast Asia Center (China) dan Rektor Universitas AMIKOM sebagai tuan rumah kegiatan. Selain itu narasumber lain adalah Asisten Deputi Kementerian UMKM, Adi Trisnojuwono, dan CEO PT. Mandiri Capital Indonesia, Ronald Simorangkir. Kehadiran para akademisi dan praktisi global ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Pada hari kedua, dilaksanakan diskusi dengan Sekertaris Jenderal Kemdiktisaintek Prof. Togar M. Simatupang serta Direktur Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan, Dwi Larso PhD., terkait inisiasi program Pabrik Kewirausahaan dimana kampus ditargetkan menjadi Center of Excellence dalam penciptaan wirausaha terdidik dengan pendekatan multi disiplin dari beragam fakultas masing-masing Perguruan Tinggi dengan Program Studi Kewirausahan sebagai lokomotif hilirisasi invensi kampus yang menjadi solusi atas isu dan menangkap peluang pasar sesuai dengan kondisi unik dan kekhasan daerah di Indonesia. Rakernas hari kedua juga akan berfokus pada penguatan kualitas akademik melalui Workshop Akreditasi Unggul dan Workshop Kurikulum OBE (Outcome-Based Education). Workshop ini akan menghadirkan narasumber dari BAN-PT, perguruan tinggi mitra yaitu UII, serta narasumber dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat standar mutu dan akuntabilitas Program Studi Kewirausahaan agar mampu bersaing dalam skala nasional maupun internasional.
Sebagai penutup, kegiatan Pengabdian Nasional kepada Masyarakat akan dilaksanakan pada 18 Juli 2025 di Desa Bangunkerto, Sleman. Peserta Rakernas akan terlibat langsung dalam pelatihan kewirausahaan bagi UMKM lokal, pendampingan usaha, workshop membatik, dan kunjungan ke sentra salak. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan luaran akademik berupa buku ber-ISBN dan sertifikat hak cipta, sekaligus memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat dalam praktik kewirausahaan berbasis komunitas.
Melalui Rakernas APSKI 2025, asosiasi ini kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi motor penggerak dalam membangun pendidikan kewirausahaan yang kuat, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi. Dengan melibatkan pemangku kepentingan nasional, institusi pendidikan, serta mitra global, APSKI memperkuat peran strategisnya sebagai penghubung antara pengetahuan akademik dan kebutuhan nyata dunia usaha dan masyarakat.
Sonny Rustiadi, S.E., M.B.A., PhD., CBAP – Ketua Umum APSKI





